Jeddah — Diplomasi kultural Indonesia kembali mencatatkan capaian
strategis di panggung global. Setelah mendapat perhatian luas di Benua Eropa
dan Amerika, Buku Rasa Bhayangkara Nusantara versi Bahasa Inggris berjudul
Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals
Program kini resmi hadir di kawasan Timur Tengah.
Buku tersebut diserahkan langsung oleh Wakapolri Dedi Prasetyo
kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah dalam rangkaian kegiatan
Courtesy Call di Jeddah, Kamis (26/2/2026). Penyerahan ini menandai secara
resmi kehadiran Rasa Bhayangkara Nusantara di Timur Tengah sebagai bagian dari
diplomasi kultural Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang
mengedepankan budaya, kepedulian sosial, dan pembangunan kualitas sumber daya
manusia Indonesia di mata dunia.
Penyerahan buku tersebut diterima langsung oleh Konsulat Jenderal
RI di Jeddah, Yusron Bahauddin Ambary, sekaligus menjadi simbol penguatan peran
perwakilan Indonesia di luar negeri dalam menyampaikan narasi kebijakan
nasional secara lebih inklusif dan mudah dipahami oleh komunitas internasional.
Instrumen Diplomasi Kultural Indonesia
Sementara itu, dari tempat terpisah, penyusun buku Rasa
Bhayangkara Nusantara, Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden RI Bidang
Komunikasi dan Analisa Kebijakan, menegaskan bahwa buku ini sejak awal
dirancang sebagai instrumen diplomasi negara.
“Kehadiran buku ini menjadi instrumen diplomasi yang strategis.
Buku ini membantu para Duta Besar Republik Indonesia di berbagai negara,
termasuk di Jeddah, untuk menjelaskan kepada khalayak internasional tentang
kekayaan, keberagaman, serta keberhasilan implementasi Program Makan Bergizi
Gratis di Indonesia,” ujar Dirgayuza Setiawan.
Menurutnya, buku ini tidak hanya berbicara tentang kuliner, tetapi
juga menyampaikan pesan kebijakan negara melalui pendekatan budaya yang
universal dan mudah diterima lintas bangsa.
MBG Jadi Perhatian Dunia
Dirgayuza Setiawan menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto kini telah
menjadi perhatian dan perbincangan berbagai tokoh dunia.
“Dalam berbagai forum internasional, MBG bahkan disebut sebagai
salah satu world program yang mendapat dukungan dan atensi global, termasuk
dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hingga saat ini, tercatat 107 negara
telah melaksanakan program serupa sebagai bagian dari upaya peningkatan
kualitas gizi masyarakat,” jelasnya.
Sebagai negara dengan kekayaan budaya kuliner yang membentang dari
Sabang hingga Merauke, ratusan adat dan tradisi, serta ragam bahan pangan
lokal, Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam implementasi MBG. Keragaman
tradisi memasak dan kearifan lokal menjadikan pelaksanaan MBG di Indonesia
sebagai salah satu yang paling beragam di dunia.
Keberagaman inilah yang kini menjadi perhatian berbagai bangsa.
Indonesia tidak hanya menjalankan program pemenuhan gizi, tetapi juga
memperkuat identitas budaya dan potensi pangan lokal dalam setiap
implementasinya.
Dari London, Davos, Amerika Serikat hingga Jeddah
Kehadiran Rasa Bhayangkara Nusantara di Jeddah melengkapi
rangkaian diplomasi kultural Indonesia yang sebelumnya telah hadir di berbagai
pusat dunia. Pada 21 Januari 2026, buku ini diserahkan kepada Duta Besar RI
untuk Inggris di London. Selanjutnya, buku tersebut diperkenalkan dalam forum
global World Economic Forum di Davos, Swiss, sebagai bagian dari showcase
diplomasi Indonesia, dan Buku versi Bahasa Inggris ini juga telah diperkenalkan
di KBRI Washington D.C., Amerika Serikat bersama kunjungan Presiden Prabowo
beserta delegasi sebelum akhirnya menjangkau Timur Tengah dibawa langsung oleh
Wakapolri.
Sejumlah media internasional menilai kehadiran buku ini di Davos
sebagai pendekatan baru diplomasi Indonesia, yang memadukan kebijakan
strategis, budaya, dan program sosial dalam satu narasi yang komunikatif dan
mudah diterima oleh komunitas global.
.jpeg)

0 comments:
Posting Komentar